Terapi Herbal Penderita Kanker Usus

Sampai saat ini, kanker menjadi salah satu jenis penyakit yang mematikan. Pengobatan konvensional (medis) dengan dukungan tekonologi kesehatan moderen adalah salah satu upaya untuk mengatasi penyakit kanker. Salah satu contoh adalah Kanker usus.
Tanaman obat yang ada di sekitar kita juga mampu menyembuhkan penyakit yang sering membuat banyak orang paranoid ini. Selain murah, pengobatan herbal tidak memberi efek sampingan apapun.
Dari pantauan ‘Sehat’ pengobatan atau terapi herbal untuk kanker usus maupun penyakit lainnya saat ini bisa dilakukan. Salah satu pusat pengobatan tradisional yang concern dengan terapi ini adalah Pusat Pegobatan Herbal (Agrowisata Usadha) Puri Damai. Menurut Owner Puri Damai, Ir. I Wayan Damai, perkembangan pengobatan tradisional berbasis herbal selama ini sudah mampu mengatasi berbagai penyakit pasien.
Jenis tanaman obat yang bisa Anda racik untuk terapi kanker usus antara lain:
1.Daun Wungu ( Graptophyllum pictum) 20 grm
2.Benalu Teh 10 grm
3.Kunir Putih (Curcuma alba L) 5 grm
4.Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa) 39 grm
5.Jamur Linci 10 grm
6.Temu Lawak (Curcuma xanthorrhiza) 5 grm
Cara Meracik:
Bahan-bahan tanaman obat di atas dibersihkan,kemudian direbus dengan 2 liter air hingga tinggal 1 liter saja. Air rebusan disaring dan didinginkan. Kemudian diminum 3 x 1 gelas sehari.
Beberapa kasus kanker usus yang menjalani terapi herbal diketahui berangsur-angsur sembuh dalam kurun waktu 9 bulan. Meski demikian dalam menjalani terapi ini tidak perlu bicara muluk-muluk dengan para penderita. Terapi herbal membutuhkan kesabaran tinggi dari para pasien. Biasanya para pasien penyakit kronis semacam ini tidak/kurang sabar dalam menjalani terapi. Karena itu, perlu melakukan konseling kepada para pasien sebelum melakukan terapi.
Pasien perlu dimotivasi terhadap terapi ini, karena membutuhkan waktu lama. Biasanya para pasien akan lebih tenang menghadapi terapi, apalagi beberapa waktu kemudian melalui cek up hasil yang diperoleh cukup menggembirakan. Sesama penderita juga perlu saling dialog pengalaman masing-masing.
Temulawak, disebut Curcuma xanthorrhiza Roxb. Termasuk kedalam famili tumbuhan Zingiberaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah koneng gede, temu labak dan temu putih.
Sifat Kimiawi tumbuhan ini, kaya berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui antara lain seperti minyak menguap - fellandren dan turmerol, kurkumin, zat tepung, kamfer, glikosida, toluyl metil karbinol dan 1- sikloisoprenmyrsen
Efek Farmakologis, dalam farmokologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tumbuhan ini memiliki sifat rasa sedikit pahit, anti sembelit, acnevulagaris, anti inflamasi dan anti hepatotoksik, laktagoga, kolagoga, tonikum, diuretik, fungstatik dan bakteriostatik. Efek farmokologi ini diperoleh dari penggunaan rimpang, segar atau dikeringkan.
Sedangkan Daun Wungu/Coklat (Don Temen) - Graptophyllum pictum (L.) Griff. merupakan tanaman hias atau pagar yang berasal dari Irian Jaya dan Polinesia. Biasa tumbuh di tanah agak lembab atau kering dengan penyinaran matahari yang sedang atau kuat. Bisa tumbuh pada ketinggian 0-1250 m di atas permukaan laut. Tumbuhan perdu ini tegak dengan tinggi 1,5 – 3 m. Berbatang dengan banyak cabang, tidak berbulu dan kulit batang serta daun berlendir yang baunya kurang enak. Daun tunggal, bertangkai pendek, dengan letak bersilang, bentuknya bulat telur sampai lanset dengan pangkal dan ujung daun meruncing. Tepi daun bergelombang, permukaan atas berwarna ungu mengkilap.
Daun Wungu disebut Graptophyllum pictum (L.) Griff atau Graptophyllum hortense Nees. termasuk ke dalam famili tumbuhan Acanthaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah pudin, puding, puding perada, handeleum, demung atau daun putri.
Sifat Kimiawi, tumbuhan ini kaya berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui antara lain, daun : alkaloid non toksik, glikosod, steroid, saponin, tanin, lender, batang : calsium oksalat, asam format, lemak.
Efek Farmakologis tumbuhan ini bersifat peluruh kencing (diuretik), mempercepat pemasakan bisul, pencahar ringan (mild laxative), pelembut kulit (emolien). Efek farmokologi ini diperoleh dari penggunaan daun, kulit batang dan bunga.
Sementara, Kunir putih juga menghambat pertumbuhan sel kanker usus dan berbagai penyakit lain seperti kanker payudara, rectum, fibrosarcoma, lymphosarcoma, Ca-lambung, Ca-cervix, Ca-nasopharynx.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar